19/11/2016

Membandingkan Tipe Mouse Macro A4tech F5 dan F6

Mouse tipe macro merupakan jenis mouse yang pengaturan atau fungsinya dapat di ubah sesuai keinginan pengguna seperti shortcut, perintah, maupun otomasi. Mouse keluaran A4tech tipe x7 seri F5 dan F6 yang akan di bahas ini mempunyai spesifikasi dan desain yang hampir serupa seperti:

Membandingkan Tipe Mouse Macro A4tech F5 dan F6

Membandingkan Tipe Mouse Macro A4tech F5 dan F6
5 modes selection
Set up custom macros for your games in each mode
160K onboard memory
Stores custom macros and perform them at any time.
High sensitivity up to 3000 CPI
You can shift from pixel-precise targeting ( 100 CPI )
to lightning-fast maneuvers (up to 3000 CPI) in each mode.
Response time 1 ms
Designed with?extreme fast report rate up to 1000 Hz

Detail Prodak:
V-Laser gaming mouse
CD (5-Mode Oscar Editor, user manual)
Mouse feet
Acceleration:
30 G/sec
IPS Speed:
75 inch/sec
Report Rate:
125-250-500-1000 Hz (1 ms )
Key switch response time:
3 ms (Regular mouse: 16ms)
Sensitivity: 
100~3000 CPI (5 free-adjustable levels)

Terdapat perbedaan yang mendasar dari kedua varian macro yang di keluarkan A4tech ini, yaitu jumlah klik button yang terdapat pada seri F6 yaitu berjumlah 10 keys sedangkan F5 hanya ada 7 keys. Dari segi harga, kedua seri macro ini juga ternyata memiliki harga yang sama dibeberapa toko online yaitu dibandrol dengan harga Rp 275.000.

Sifat Karakter dari Bensin dan Solar

Sampai saat ini bahan bakar yang digunakan pada mobil atau kendaraan bermotor lainnya adalah bensin atau solar, sedangkan beberapa negara lain ada yang banyak yang sudah menggunakan LPG, panel, dan listrik sebagai bahan bakar yang lebih murah dan mudah. Berikut penjelasan dari bahan bakar yang umum di jumpai di Indonesia yaitu Bensin dan Solar:

Sifat Karakter dari Bensin dan Solar

Bensin mengandung hydrocarbon hasil sulingan dari produksi minyak mentah. Bensin mengandung gas yang mudah terbakar, umumnya bahan bakar ini digunakan untuk mesin dengan pengapian busi. Sifat yang dimiliki bensin sebagai berikut:
1. Mudah menguap pada temperatur normal
2. Tidak berwarna, tembus padang dan berbau
3. Mempunyai titik nyala rendah (-10° sampai -15° C)
4. Mempunyaiberat jenis yang rendah (0,60 sampai 0,78)
5. Dapat melarutkan oli dan karet
6. Menghasilkan jumlah panas yang besar (9,500 - 10,500 kcal/kg)
7. Sedikit meninggalkan carbon setelah dibakar

Syarat - syart Bensin:
Kwalitas berikut ini diperlukan oleh bensin untuk memberikan kerja mesin yang lembut.
Mudah terbakar
Pembakaran serentak di dalam ruang bakar dengan sedikit knocking
Mudah menguap
Bensin harus mampu membentuk uap dengan mudah memberikan campuran udara - bahan bakar dengan tepat saat menghidupkan mesin yang masih dingin.
Tidak beroksidasi dan bersifat pembersih
Sedikit perubahan kualitas dan perubahan bentuk selama disimpan. Selain itu juga bensin harus mencegah pengendapan pada sistem intake
Nilai oktan
Octane number  atau tingkatan dari bahan bakar adalah mengukur bahan bakar bensin terhadap anti-knock characteristic. Bensin dengan nilai oktan tinggi akan tahan terhadap timbulnya engine knocking dibanding dengan nilai oktan yang rendah.


Solar atau bahan bakar diesel biasa juga disebut light oil, adalah suatu campuran dari hydrocarbon yang telah di distilasi setelah bensin dan minyak tanah dari minyak mentah pada temperatur 200° C sampai 340° C. Sebagian besar solar digunakan untuk menggerakan mesin diesel. Bahan bakar diesel mempunyai sifat utama sebagai berikut:
1. Tidak berwarna atau sedikit kuning-kekuningan dan berbau
2. Encer dan tidak menguap di bawah temperatur normal
3. Mempunyai titik nyala tinggi (40° - 100° C)
4. Terbakar spontan pada 350° C, sedikit di bawah temperatur bensin yang terbakar sendiri sekitar 500° C.
5. Mempunyai berat jenis 0,82 - 0,86
6. Menimbulkan panas yang besar (sekitar 10.500 kcal/kg)
7. Mempunyai kandungan sulfur lebih besar dibanding bensin.

Syarat - syarat Solar
Kwalitas solar yang diperlukan sebagai berikut
Mudah terbakar
Waktu tertundanya pembakaran harus pendek/singkat sehingga mesin mudah dihidupkan. Solar harus dapat memungkinkan mesin berkerja lembut dengan sedikit knocking
Tepat encer pada suhu dingin (tidak mudah membeku)
Solar juga berfungsi sebagai pelumas untuk pompa injeksi dan nosel. Oleh karena itu harus mempunyai sifat daya pelumas yang baik
Kekentalan
Solar harus mempunyai kekentalan yang memadai sehingga dapat disemprotkan oleh injektor
Kandungan sulfur
Sulfur merusak pemakaian komponen mesin, dan kandungan sulfur solar harus sekecil mungkin
Stabil
Tidak berubah dalam kwalitas, tidak mudah larut dan lain-lain selama disimpan.
Nomor cetane (cetane number)
Nomor cetane atau tingkat dari solar adalah satu cara untuk mengontrol bahan bakar solar dalam kempuan untuk mencegah terjadinya knocking. Minimal tingkatan cetane yang dapat diterima untuk bahan bakar yang digunakan untuk mesin diesel kecepatan tinggi umumnya 40-45.

Solar juga bersifat sebagai pelumas, sedangkan bensin tidak. Apabila bensin dipakai dalam mesin diesel ini akan merusak pompa injeksi dan nosel.

18/11/2016

Tarif Dasar per km Untuk 3 Layanan Ojek Online

Dengan bertambahnya pengguna konsumen maupun driver Ojek Online seperti Grab Bike, Go-Jek, dan juga Uber Motor yang merupakan prusahan besar yang hampir menguasai pasar Ojek Online yang ada di Indonesia.

Namun timbul pertanyaan, dari mana dasar perhitungan atau penetapan tarif yang dikeluarkan? Dan dari sekian banyak jasa Ojek Online diatas, mana yang lebih baik? berikut ulasannya:

Tarif Dasar per km Untuk 3 Layanan Ojek Online


Go-Jek
Jam Sibuk RP. 2000/km
Non Jam Sibuk 1500/km
Diatas 15km = +Rp 2000/km

Grab Bike
Jam Sibuk Rp. 1500/km + Rp. 2500
Non Jam sibuk Rp. 1500/km
Diatas 12km = +Rp 2500/km

Uber Motor
Jam Sibuk : Tentatif tergantung daerah (berdasarkan klipatan)
Non Jam Sibuk RP. 1250/km
Diatas 12km = +Rp 2000/km

Dari tarif diatas maka saat ini tarif paling murah adalah dari Uber Motor, disusul dengan Grab dan Gojek yang memiliki tarif yang hampir serupa. Apapun pilihan layanan yang dipilih, menjadi penting untuk driver adalah masalah Rating yang sesuai dari konsumen sebagai timbal balik dari layanan yang diselesaikan.

Memilih Solder Sesuai Kebutuhan

Solder atau disebut juga patri umumnya merupakan alat bantu yang digunakan dalam menyatukan atau melepaskan rangkaian elektronika pada rangkaian yang terdapat pada papan sirkuit/PCB dengan mencairkan kawat timah. Cara kerja alat solder adalah dengan mengubah energi listrik menjadi energi panas.

Ada beberapa tipe solder yang umum digunakan, antara lain solder tembak/gun, solder uap/hot air/blower, solder dengan panel suhu, dan solder biasa/gagang seperti dibawah ini:

Memilih Solder Sesuai Kebutuhan


Dalam membedakannya, solder memiliki spesifikasi seperti 25W, 40W, dst. Ini menandakan semakin besar angkanya maka semakin panas mata soldernya dan konsumsi daya/watt nya juga besar. Berikut daftar spesifikasi yang sering di jumpai seperti merk goot dan dekko:

Daya / Watt
10W
25W
30W
40W
60W
80W
100W

Untuk memilih daya solder tentu dikembalikan lagi kepada penggunaan solder itu sendiri, namun untuk yang baru belajar daya 30W sudah cukup memadai. Namun untuk kebutuhan profesional daya 40W adalah paling sering digunakan dan dijumpai.

23/10/2016

Perbandingan Sistem Pneumatik dan Hidrolik

Sistem Pneumatik
Pneumatik berasal dari bahasa Yunani  yang berarti udara atau angin. Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut dengan sistem Pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatic banyak digunakan sebagai sistem automasi seperti rem, tutup pintu pada KRL, pelepas dan penarik roda-roda pendarat pesawat, dll.

Pneumatik

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pneumatik:
+ Ketersediaan yang tak terbatas dan Bersih
+ Aman dari kebakaran
+ Fluida kerja mudah didapat dan ditransfer
+ Viskositas fluida yang  lebih kecil sehingga gesekan dapat diabaikan.

- Memerlukan instalasi peralatan penghasil suara
- Menimbulkan suara bising
- Mudah mengembun

Sistem Hidrolik
Hidrolik

Pompa Hidrolik
Hidrolik menurut Bahasa gerak berasal dari kata Hydro = Air dan Aulos = Pipa. Jadi dapat diartikan hidrolik ialah suatu sistem yang memanfaatkan energy dari fluida (cairan) yang ditekankan, sehingga menghasilkan energy mekanik.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Hidrolik:
+ Ketelitian dalam penyetelan
+ Tenaga yang dihasilkan besar
+ Oli yang digunakan bersifat sebagai pelumas
+ Tidak berisik
+      Dapat menahan beban yang berat
+ Dapat mentransfer energy yang besar

- Reaksi yang dikerjakan lamban
- Harga fluida (Oli) mahal
- Sensitif terhadap kebocoran
- Apabila terjadi kebocoran akan mengotori bahkan merusak system
- Sisa cairan fluida (oli) menimbulkan limbah

Kesimpulan
Fluida adalah zat yang memiliki kemampuan untuk mengalir dan menyesuaikan diri dengan tempatnya. Jenis luida mampu mampat (compressible) dan fluida tak mampu mampat (non-compressible). Dalam system Pneumatik menggunakan jenis fluida compressible yaitu udara yang digunakan untuk menggerakan silinder. Sedangkan pada system Hidrolik digunkana fluida non-compressible yakni oli sebagai penggerak/penekan.