21/06/2015

6 Jenis Helm Motor Beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Pada sejarahnya, helm pertama kali diciptakan sebagai bagian dari pelindung diri pada peradaban Yunani kuno yaitu Romawi klasik hingga akhir abad ke-17, karena helm pada saat itu sebagai baju pelindung jadi material yang di gunakan terbuat dari besi. Kehadiran helm pun sangat berperan di Perang Dunia I dan Perang Dunia ke II. Sekitar periode 1670, penggunaan helm menurun akibat kedatangan kecepatan peluru senapan yang bisa menembus pelindung kepala ini imbasnya di abad ke-18 tidak ada lagi pasukan infantri yang menggunakan helm. Namun, hanya Napoleon yang kembali menggunakan helm untuk prajurit kavalerinya. Walau tidak dapat melindungi kepala dari peluru dengan kecepatan yang tinggi, helm masih di anggap sebagaipelindung kepala yang efektif.

Dalam pergerakannya, perkembangan helm sangat pesat. Helm yang awalnya hanya ala kadaranya berubah menjadi canggih dan nyaman di pakai. Terbobosan demi terobosan terus dilancarkan berbagai produsen helm untuk menarik konsumen. Mulai dar material yang dipakai, busa dalam yang nyaman, jenis kaca yang melindungi wajah hinggga pengait helm yang semuanya itu dilakukan berdasarkan penelitian helm oleh ahlinya. Tren helm dari tahun ke tahun pun selalu berkembang.

Mungkin bagi sebagian besar pengendara motor sudah mengetahui fungsi dan kegunaan helm. Selain untuk menahan terpaan angin, helm juga memiliki fungsi yang jauh lebih mulia, yaitu menyelamatkan jiwa pemakainya jika terjadi kecelakaan. Salah satu syarat yang harus dipenuhi dari helm standard di Indonesia adalah adanya logo SNI yang tertempel atau tercetak di helm tersebut.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa helm tidak saja berfungsi untuk menyelamatkan jiwa si pengendara, tetapi juga mampu mengurangi cedera yang dialami ketika terjadi kecelakaan. Bagian yang paling rentan mengalami luka adalah muka, kepala bagian atas dan leher. Oleh karena itu sebuah helm yang baik adalah helm yang bisa melindungi ketiga bagian kepala tersebut.

Jenis – jenis Helm
Berikut ini adalah jenis-jenis helm yang umum dijumpai serta kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis helm tersebut.
1. Helm Cetok/Shorty Helmet

Helm Cetok
Helm Cetok
Kelebihan: Mampu melindungi bagian atas kepala meski dengan tingkat perlindungan yang sangat minim. Helm jenis ini dirancang untuk memudahkan penglihatan dan pendengaran penggunanya. Helm ini mudah dibawa dan disimpan karena bentuknya yang simple. Harga helm jenis ini biasanya murah.

Kekurangan: Dengan tidak adanya bagian yang menutupi telinga, helm ini bisa membahayakan pendengaran pengunanya akibat suara noise yang ditimbulkan ketika berkendara. Helm ini tidak memberikan proteksi yang baik terhadap kepala. Fungsi helm ini tak ubahnya topi saja,Say "No" untuk helm yang ini.
2. Helm Half-Face / Open face
Helm Half-Face
Kelebihan: Melindungi bagian atas, samping (telinga) dan belakang kepala (leher). Helm jenis ini memberikan perlindungan yang seidkit lebih baik dibanding helm ”cetok”. Mudah dipakai dan dilepas. Beberapa helm jenis ini dilengkapi dengan bantalan dari bahan kulit pada bagian telinganya.

Kekurangan: Suara noise dari luar masih tetap masuk ke telinga. Tidak bisa memberikan perlindungan yang memadai bagi kepala, khususnya bagian muka, dagu, gigi, hidung, leher dan mata. Karena tidak dilengkapi dengan kaca pelindung pada bagian depannya, maka helm ini tidak bisa melindungi pemakainya dari hujan, debu, angin, serangga bahkan kerikil kecil yang beterbangan di jalan.

3. Helm ¾ / Modular Helmet (Open Face)
Helm ¾
Kelebihan: Mampu melindungi bagian kepala, muka, leher, telinga dan mata. Helm jenis ini berada pada posisi ketiga helm yang cukup aman. Dengan kaca pelindung yang mudah dibuka-tutup, pemakai bisa dengan mudah makan, minum, memotret atau merokok sekalipun. Kaca pelindungnya juga bisa berfungsi untuk melindungi diri dari hujan, debu dan angin. Helm jenis ini sedikit lebih mahal dibanding jenis half-face.

Kekurangan: Karena desainnya semi terbuka, maka akan menimbulkan efek dengung di telingan pemakainya. Kurang memberikan perlindungan terhadap muka, dagu, gigi dan hidung.

4.Helm Full-face
Helm Full-Face
Kelebihan: Helm jenis ini adalah helm yang paling aman untuk digunakan pengendara motor. Helm ini mampu melindungi muka, kepala, leher, telinga, dan dagu dengan sempurna. Helm ini juga aman dipakai di saat hujan serta melindungi kita dari debu, kerikil atau serangga di jalan. Helm jenis ini mampu melindungi pemakainya dari cedera yang tidak diinginkan saat terjadi kecelakaan.

Kekurangan: Karena tertutup rapat, si pemakai sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. Tidak praktis kalau kita ingin makan atau minum di tengah jalan. Bagi pengguna kacamata, helm jenis ini sangat tidak nyaman digunakan. Harga relatif lebih mahal dibanding jenis lain.

5.Helm Flip-Up
Helm Flip-Up
Kelebihan: Hampir sama dengan helm jenis Full-face, hanya saja helm jenis ini memiliki bagian depan yang bisa diputar ke atas (flip-up). Sehingga bisa memudahkan pemakainya untukmakan, minum atau merokok tanpa harus melepas helm. Helm jenis ini mampu memberikan perlindungan yang cukup baik, sama halnya dengan jenis full-face.

Kekurangan: Karena bagian depannya bisa dibuka-tutup, maka ada kemungkinan bagian tersebut jadi terbuka ketika terjadi kecelakaan sehingga bisa melukai bagian muka dan dagu. Harga helm jenis ini bisanya lebih mahal dibanding jenis full-face.

6. Helm Racing
Helm Racing
Kelebihan: Hampir sama dengan helm Full Face, helm jenis ini juga helm yang paling aman untuk digunakan pengendara motor khususnya bagi pembalap. Helm ini mampu melindungi muka, kepala, leher, telinga, dan dagu dengan lebih sempurna dari helm full face. Helm ini secara khusus di desain untuk pembalap karena dapat meminimalisir cedera fatal pada bagian kepala dan leher. 

Kekurangan: Karena tertutup rapat dan tidak memiliki kaca depan, pengguna harus membeli kaca mata khusus untuk menutup bagian mata untuk menghindari debu dll. Helm ini juga sulit untuk bisa mendengar suara sekelilingnya. 

1 comment :