11/10/2015

Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu

Latar Belakang
Teknik Lingkungan dan AMDAL -  Tahu merupakan panganan yang terbuat dari sari kacang kedelai yang di padatkan. Dewasa ini, tahu sudah menjadi makanan sejuta umat di Indonesia dengan harga yang relatif terjangkau, menyehatkan serta kaya gizi.
Sebagian besar Industri Tahu di Indonesia merupakan Industri Skala Rumah Tangga yang belum semuanya memiliki pengolohan limbah secara mandiri. Limbah yang dihasilkan dari pembuatan tahu berupa limbah padat dan juga cair. Berfokus pada limbah cair yang dihasilkan maka ada beberapa industri tahu yang masih membuang limbahnya langsung ke lingkungan seperti kesungai/kali.
Bila mengacu pada Kepmen LH 51 Tahun 1995 bahwa kegiatan industri mempunyai potensi menimbulkan pencemaran lingkungan hidup, maka industri tahu masih ada yang belum mematuhi peraturan untuk mengelola limbahnya secara mandiri. Oleh karena itu perlu dilakukan pengendalian terhadap pembuangan limbah cair dengan menetapkan Baku Mutu Limbah Cair.

Permasalahan
Setiap kegiatan Industri baik dalam skala rumah tangga atau skala besar tentu memiliki limbah buangan, adapun permasalahan atau batasan masalah yang dibahas adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana proses dalam membuat tahu?
2. Apa saja Limbah yang terdapat dari proses pembuatan tahu?
3. Apa saja dampak Limbah tahu ?
4. Bagaimana solusi untuk mengelolah Limbah tahu?

Proses Pembuatan Tahu
Secara umum tahapan proses pembuatan tahu adalah sebagai berikut:

  1. Kedelai yang telah dipilih dibersihkan menggunakan tampi atau menggunakan alat pembersih.
  2. Rendam kedelai selama 4 - 10 jam dalam air bersih agar kedelai dapat mengembang sehingga cukup lunak untuk digiling.
  3. Tiriskan kedelai untuk persiapan penggilingan.
  4. Proses penggilingan kedelai menjadi bubur kedelai dengan mesin giling. Untuk memperlancar proses penggilingan perlu ditambahkan air sedikit demi sedikit.
  5. Selanjutnya bubur kedelai dimasak di atas tungku dan dididihkan selama 5 menit. Selama pemasakan ini harus dijaga agar tidak berbuih, dengan cara menambahkan air dan sambil diaduk.
  6. Penyaringan bubur kedelai dilakukan dengan menggunakan kain penyaring. Ampas yang diperoleh diperas dan dibilas dengan air hangat.
  7.  Kemudian dilakukan penggumpalan dengan air asam, pada suhu 50 oC, kemudian didiamkan sampai terbentuk gumpalan besar. Selanjutnya air di atas endapan dibuang dan sebagian digunakan untuk proses penggumpalan kembali.
  8. Langkah terakhir adalah pengepresan dan pencetakan yang dilapisi dengan kain penyaring sampai padat. Setelah air tinggal sedikit, maka cetakan dibuka dan diangin-anginkan.
Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu
Sumber: laman kelair.bppt.go.id
Dampak Limbah Tahu
Limbah merupakan wujud yang dihasilkan dari sisa atau dalam proses kegiatan industri yang sudah tidak dibutuhkan yang kemudian dibuang kelingkungan dan diduga dapat menurunkan kualitas lingkungan. Dari proses pembuatan tahu yang terletak di Pondok Benda Jatiasih, Bekasi (7 Oktober 2015), maka dapat disimpulkan bahwa limbah yang didapat adalah limbah yang bersifat padat dan juga cair. Untuk limbah padat berupa ampas tahu dapat di manfaatkan untuk pakan ternak atau pembuatan oncom. Namun untuk limbah cair yang berasal dari pencucian kedelai, pencucian peralatan proses, pencucian lantai dan pemasakan serta larutan bekas rendaman kedelai langsung dialirkan kesungai/kali tanpa diolah terlebih dahulu. Ini sangat berbahaya karena dapat mencemari lingkungan sekitar yang secara tidak langsung telah merusak ekosistem sungai yang berdampak pada kesehatan warga sekitar yang menggunakan sungai dalam kesehariannya serta merusak ekonomi sosial masyarakat yang bergantung hidup pada aliran sungai/kali.
Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu

Penerapan Pengelolaan Limbah yang dapat Diterapkan
Proses Pengolahan Limbah Cair Industri Tahu1. Sistem Kombinasi BIOFILTER ANAEROB-AEROB
Yaitu mengelola Limbah Cair Tahu dengan cara biologis yang menggunakan bantuan bakteri anaerob dan aerob sehingga dapat menurunkan kadar COD (Chemycal Oxygen Demand) dan BOD (Biologycal Oxigen Demand) menjadi layak untuk dialirkan kesungai/kali. COD dan BOD menjadi parameter untuk menentukan kualitas air yang telah di tetapkan oleh pemerintah dalam Baku Mutu Limbah Air.
2. Prose dekomposisi limbah cair tahu menjadi biogas
Menghasilkan gas methan untuk bahan bakar atau kebutuhan rumah tangga yang diperoleh dari bantuan bakteri aerob maupun anaerob pada limbah cair tahu.
3. Menjadikan panganan baru (Nata De Soya)
Nata De Soya merupakan panganan mirip seperti Nata De Coco yang terbuat dari air kelapa, haya saja Nata De Soya di buat menggunakan Limbah Cair Tahu. Cara membuat Nata De Soya yaitu dengan cara fermentasi yang menggunakan bakteri Acetobacter xylinum selama 8-10 hari.

Kesimpulan
Pengolahan, peninjauan, serta maintenace atau pengontrolan perlu di lakukan dari semua pihak baik dari industri itu sendiri, masyarakat maupun pemerintah agar limbah yang dihasilkan baik oleh industri rumah tangga maupun industri besar tidak merusak lingkungan sekitar dan juga kesehatan masyarakat.

Sumber: 
majalahenergi.com
agrotekno.net
kelair.bppt.go.id

0 komentar :

Post a Comment