27/03/2016

Kartu Tanda Penduduk Sebagai Bukti Warganegara

Kartu Tanda Penduduk atau KTP adalah identitas resmi penduduk sebagai bukti diri yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang berlaku di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
KTP Konvensional & eKTP
Sedangkan Kartu Tanda Penduduk elektronik atau electronic-KTP (e-KTP) adalah Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dibuat secara elektronik, dalam artian baik dari segi fisik maupun penggunaannya berfungsi secara komputerisasi namun memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai identitas resmi suatu warganegara. Program e-KTP mulai diluncurkan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia pada bulan Februari 2011.

Fungsi e-KTP
1. Sebagai identitas jati diri
2. Berlaku nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya
3. Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP. Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.

Format e-KTP
e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design. Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan format seukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm. 

Keunggulan e-KTP
E-KTP juga mempunyai keunggulan dibandingkan dengan KTP biasa/KTP nasional, keunggulan-keunggulan tersebut diantaranya: 
1. Identitas jati diri tunggal
2. Tidak dapat dipalsukan
3. Tidak dapat digandakan
4. Dapat dipakai sebagai kartu suara dalam Pemilu atau Pilkada (E-voting)
5. Biaya paling murah, lebih ekonomis daripada biometrik (perekam sidik jari) yang lain
6. Bentuk dapat dijaga tidak berubah karena gurat-gurat sidik jari akan kembali ke bentuk semula walaupun kulit tergores
7. Unik, tidak ada kemungkinan sama walaupun orang kembar

Kelemahan e-KTP
Dalam pelaksanaannya, penggunaan e-KTP terbukti masih memiliki kelemahan. Misalnya;
1. Tanda tangan sipemilik di permukaan KTP kurang jelas dan kurang besar. 
2. Tanda tangan yang tercetak dalam chip itu tidak bisa dibaca bank karena tak punya alat (card reader). 
3. Mendagri Gamawan Fauzi telah menyampaikan melalui surat edaran resmi nomor: No. 471.13/1826/SJ bahwa e-KTP tidak diperkenankan difotokopi untuk menghindari kesalahan fatal terkait pembacaan menggunakan card reader. Ini bertolak belakang dengan kebiasaan orang Indonesia yang biasa memfotokopi KTP-nya.
4. Tidak Miltifungsi. 

Syarat pengurusan e-KTP
1. Berusia 17 tahun
2. Menunjukkan surat pengantar dari kepala desa/kelurahan
3. Mengisi formulir F1.01 (bagi penduduk yang belum pernah mengisi/belum ada data di sistem informasi administrasi kependudukan) ditanda tangani oleh kepala desa/kelurahan
4. Foto kopi Kartu Keluarga (KK)

Perbandingan e-KTP Indonesia dengan Negara Lain
Negara Malaysia. Informasi mengejutkan datang dari halaman Wikipedia yang mengatakan bahwa ternyata, negara tetangga kita tersebut merupakan negara pertama didunia yang menggunakan kartu pengenal kependudukan dengan teknologi chip dan biometric. Bahkan kartu ini telah diluncurkan sejak bulan September 2001. Di Malaysia, KTP lazim disebut dengan MyKad. Kata 'My' berarti Malaysia dan juga kata ganti nama kepunyaanku dalam Bahasa Inggris. Perkataan 'Kad' juga merujuk kepada kartu ataupun singkatan dari "Kad Akuan Diri". Selain MyKad ada juga MyPR, MyKAS dan MyKid disesuaikan dengan status kependudukan dan usia pemegang kartu. Mari kita bahas sekilas satu-satu. 
1. MyPR adalah kartu yang diperuntukkan bagi permanent resident, berwarna merah, berisi informasi kependudukan secara umum, informasi negara asal serta informasi nomor ijin tempat tinggal. 
2. MyKAS, merupakan kartu yang diperuntukkan bagi penduduk sementara, dengan warna kartu hijau muda. 
3. MyKid "Kad Identiti Diri" yang berisi informasi data kelahiran, informasi kesehatan dan pendidikan. Kartu dengan warna merah jambu ini selambat-lambatnya diurus 2 minggu setelah kelahiran ini juga memiliki chip seperti kartu-kartu yang lainnya, hanya saja khusus kartu MyKid tidak ada informasi foto dan cap jari. 
Contoh Kartu MyKad Malaysia
Sumber: nkri-nkri blog
KTP malaysia (My Kad) bisa jadikan kartu ATM, kartu SIM, International passport, bisa unruk bayar toll - touch & go (e-toll), bisa dibuat bayar parkir, bayar tiket angkutan umum (monorel, LRT, Komuter, MRT). Bikin eKTP di malaysia itu gratis dan hanya perlu diganti 2 kali sepanjang hidup. Penggantian yang pertama My Kid ke My Kad yaitu saat sudah mencapai usia 12 tahun dan ganti kali yang kedua bila udah berusia antara umur 19 tahun hingga 25 tahun. Untuk update data peribadi di dalam My Kad atau untuk ganti foto bisa dilakukan kapan saja dengan membayaran RM10 (30ribu) dan jika kehilangin My kad anda akan dikenakan denda hingga Rp2 juta.

Kesimpulan:
Dalam pelaksanaannya, peralihan KTP konvensional ke e-KTP masih perlu pembenahan dalam segi fasilitas, infrastruktur, penunjang, dan juga sosialisasi yang merata. Dari ulasan di atas, KTP atau Kartu Tanda Penduduk bukan lagi sekedar kartu sebagai identitas resmi suatu warganegara akan tetapi sudah menjadi kartu multifungsi yang modern serta sangat memudahkan baik untuk negara dan juga warganegara.

Tugas 1 Mata kuliah Softskill Pendidikan Kewarganegaraan
Dosen: Bpk. Gatot Subiyakto
Tema " Negara dan Kewarganegaraan "


Sumber: 
e-ktp.com/2011/06/hello-world
kompasiana.com/sukipo.sulaiman
wikipedia.com

0 komentar :

Post a Comment