23/10/2016

Perbedaan dari Metode Pembuatan Pelek

Karena roda merupakan bagian penting yang menyangkut keselamatan mengemudi, maka harus cukup kuat untuk menahan beban vertical dan horizontal, beban pengendaraan dan pengereman dan berbagai macam tenaga yang tertumpu pada ban.
Di samping itu roda harus seringan mungkin. Tambahan pula ban harus dibalance dengan baik, dengan demikian dapat berputar lembut pada putaran tinggi, dan pelek harus dibuat akurat agar dapat mengikat ban dengan baik.
Pelek roda dapat dibedakan menurut metode pembuatan dan bahannya. Ada dua tipe yang umumnya digunakan sekarang: yaitu baja press dan campuran besi tuang (cast light alloy).

Pelek Baja Press
Pelek tipe (pressed-steel disc wheel) ini terdiri dari rim yang dilas ke disc. Disc dibuat dari lembaran baja yang dipres. Konstruksi seperti ini mudah untuk diproduksi dalam jumlah yang banyak. Pada umumnya mobil meggunakan tipe ini karena tahan lama dan kualitasnya merata.


Pelek dari Bahan Campuran Besi Tuang
Pelek (cast light-alloy disc wheel) ini terbuat dari bahan campuran terutama dari alumunium atau magnesium. Pada umumnya digunakan untuk mengurangi berat dari menambah penampilan kendaraan.


PENTING:
Hal yang perlu diperhatikan dalam menangani pelek alumunium
- Pada kendaraan yang menggunakan pelek alumunium, bila melepaskannya untuk sementara, umpama untuk rotasi ban, perbaikan, dan sebagainya, atau bila memasang pelek yang baru pada kendaraan, maka setelah 1500 km roda dipasang perikasalah kekerasan mur rodanya.
- Bila menggunakan rantai ban, berhati-hatilah memeasangnya agar tidak merusak pelek alumunium.
- Gunakanlah khusus untuk pelek alumunium.
- Bila perlu membalance roda, gunakanlah balance weight khusus untuk pelek alumunium. Gunakanlah palu plastic atau karet dan bukan logam untuk memasangnya.
- Seperti halnya pelek jenis lainnya, periksalah pelek alumunium secara teratur. Gantilah segera bila terdapat kerusakan.

0 komentar :

Post a Comment