19/11/2016

Sifat Karakter dari Bensin dan Solar

Sampai saat ini bahan bakar yang digunakan pada mobil atau kendaraan bermotor lainnya adalah bensin atau solar, sedangkan beberapa negara lain ada yang banyak yang sudah menggunakan LPG, panel, dan listrik sebagai bahan bakar yang lebih murah dan mudah. Berikut penjelasan dari bahan bakar yang umum di jumpai di Indonesia yaitu Bensin dan Solar:

Sifat Karakter dari Bensin dan Solar

Bensin mengandung hydrocarbon hasil sulingan dari produksi minyak mentah. Bensin mengandung gas yang mudah terbakar, umumnya bahan bakar ini digunakan untuk mesin dengan pengapian busi. Sifat yang dimiliki bensin sebagai berikut:
1. Mudah menguap pada temperatur normal
2. Tidak berwarna, tembus padang dan berbau
3. Mempunyai titik nyala rendah (-10° sampai -15° C)
4. Mempunyaiberat jenis yang rendah (0,60 sampai 0,78)
5. Dapat melarutkan oli dan karet
6. Menghasilkan jumlah panas yang besar (9,500 - 10,500 kcal/kg)
7. Sedikit meninggalkan carbon setelah dibakar

Syarat - syart Bensin:
Kwalitas berikut ini diperlukan oleh bensin untuk memberikan kerja mesin yang lembut.
Mudah terbakar
Pembakaran serentak di dalam ruang bakar dengan sedikit knocking
Mudah menguap
Bensin harus mampu membentuk uap dengan mudah memberikan campuran udara - bahan bakar dengan tepat saat menghidupkan mesin yang masih dingin.
Tidak beroksidasi dan bersifat pembersih
Sedikit perubahan kualitas dan perubahan bentuk selama disimpan. Selain itu juga bensin harus mencegah pengendapan pada sistem intake
Nilai oktan
Octane number  atau tingkatan dari bahan bakar adalah mengukur bahan bakar bensin terhadap anti-knock characteristic. Bensin dengan nilai oktan tinggi akan tahan terhadap timbulnya engine knocking dibanding dengan nilai oktan yang rendah.


Solar atau bahan bakar diesel biasa juga disebut light oil, adalah suatu campuran dari hydrocarbon yang telah di distilasi setelah bensin dan minyak tanah dari minyak mentah pada temperatur 200° C sampai 340° C. Sebagian besar solar digunakan untuk menggerakan mesin diesel. Bahan bakar diesel mempunyai sifat utama sebagai berikut:
1. Tidak berwarna atau sedikit kuning-kekuningan dan berbau
2. Encer dan tidak menguap di bawah temperatur normal
3. Mempunyai titik nyala tinggi (40° - 100° C)
4. Terbakar spontan pada 350° C, sedikit di bawah temperatur bensin yang terbakar sendiri sekitar 500° C.
5. Mempunyai berat jenis 0,82 - 0,86
6. Menimbulkan panas yang besar (sekitar 10.500 kcal/kg)
7. Mempunyai kandungan sulfur lebih besar dibanding bensin.

Syarat - syarat Solar
Kwalitas solar yang diperlukan sebagai berikut
Mudah terbakar
Waktu tertundanya pembakaran harus pendek/singkat sehingga mesin mudah dihidupkan. Solar harus dapat memungkinkan mesin berkerja lembut dengan sedikit knocking
Tepat encer pada suhu dingin (tidak mudah membeku)
Solar juga berfungsi sebagai pelumas untuk pompa injeksi dan nosel. Oleh karena itu harus mempunyai sifat daya pelumas yang baik
Kekentalan
Solar harus mempunyai kekentalan yang memadai sehingga dapat disemprotkan oleh injektor
Kandungan sulfur
Sulfur merusak pemakaian komponen mesin, dan kandungan sulfur solar harus sekecil mungkin
Stabil
Tidak berubah dalam kwalitas, tidak mudah larut dan lain-lain selama disimpan.
Nomor cetane (cetane number)
Nomor cetane atau tingkat dari solar adalah satu cara untuk mengontrol bahan bakar solar dalam kempuan untuk mencegah terjadinya knocking. Minimal tingkatan cetane yang dapat diterima untuk bahan bakar yang digunakan untuk mesin diesel kecepatan tinggi umumnya 40-45.

Solar juga bersifat sebagai pelumas, sedangkan bensin tidak. Apabila bensin dipakai dalam mesin diesel ini akan merusak pompa injeksi dan nosel.

0 komentar :

Post a Comment